Lompat ke blok konten utama

Terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2022 pukul 00.00, tingkat kewaspadaan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri terhadap COVID-19 diturunkan menjadi ke level 2: Alert (waspada), wajib meningkatkan protokol kesehatan perlindungan diri saat melakukan perjalanan ke luar negeri (C/10-1)

Pusat Komando Epidemi Nasional hari ini (12) menyatakan bahwa dalam menghadapi pelonggaran pembatasan terhadap perbatasan negara dan kebutuhan beragam interaksi internasional, maka diumumkan terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2022 pukul 00.00, tingkat kewaspadaan bagi pelaku perjalanan luar negeri terhadap COVID-19 diturunkan menjadi ke level 2: Alert (waspada), serta mengingatkan bahwa risiko penularan virus COVID-19 masih ada antar negara, warga Taiwan diingatkan untuk meningkatkan protokol perlindungan diri, salah satunya dengan mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh saat melakukan perjalanan luar negeri, demi melindungi kesehatan pribadi. 


Pusat komando menyatakan bahwa kondisi COVID-19 di seluruh dunia mulai mereda, pemeriksaan di berbagai negara yang menyusut mengakibatkan perkiraan jumlah kasus COVID-19 mungkin merendah. Virus varian BA.5 yang memiliki daya tular yang lebih kuat masih merupakan varian utama di dunia, selain itu masih terus bermunculan varian baru, diperkirakan COVID-19 di dunia masih terus berlangsung. Akan tetapi, berdasarkan penelitian tampak dengan jelas bahwa vaksinasi tambahan (booster) akan memberikan perlindungan yang lebih lengkap terhadap serangan virus varian BA.5, dan juga merupakan cara efektif agar terhindar dari rawat inap, gejala berat, dan kematian, serta berdampak ringan terhadap risiko kesehatan, cakupan vaksinasi warga meningkat, oleh karena itu tingkat kewaspadaan COVID-19 bagi perjalanan luar negeri di seluruh negara-negara di dunia diturunkan ke level 2: Alert (waspada), masyarakat Taiwan disarankan untuk menerima vaksinasi lengkap 14 hari sebelum keberangkatan ke luar negeri dan meningkatkan perlindungan kesehatan pribadi.  


Pusat komando menjelaskan bahwa tujuan menetapkan tingkat kewaspadaan pandemi untuk perjalanan luar negeri adalah untuk menyediakan informasi mengenai hal-hal yang harus diperhatikan oleh warga Taiwan mengenai kondisi pandemi di negara tujuan dan bahan pertimbangan untuk perlindungan kesehatan pibadi. Saat ini, setiap negara di dunia berangsur-angsur membuka perbatasan negaranya, melonggarkan protokol kesehatan di dalam negeri mereka, serta interaksi perjalanan yang kerap, risiko penularan yang disebabkan oleh perjalanan keluar/masuk negara/ wilayah menunjukkan perbedaan yang tidak begitu krusial. Di sisi lain, protokol kesehatan perlindungan pribadi, termasuk di antaranya mendapatkan vaksinasi lengkap, menjaga higienitas tangan, menjaga norma saat batuk, dan memakai masker dengan tepat, menghindari bepergian ke lokasi yang kerumunan orang banyak, atau lokasi yang berisiko tinggi, merupakan kunci demi menghindari penularan dan risiko mengalami gejala berat. 


Pusat komando sekali lagi mengingatkan bahwa seiring pembukaan perbatasan, masyarakat pun juga mulai kembali pada kehidupan normal, lakukan konsultasi ke dokter sebelum bepergian ke luar negeri, bila muncul gejala terinfeksi virus, seperti demam panas, diare, ruam, dan batuk pada waktu 14 hari sebelum tiba kembali di Taiwan, mohon beritahukan gejala tersebut kepada petugas karantina Badan Pengendalian Penyakit Menular ketika tiba di Taiwan, agar dapat memperoleh evaluasi yang tepat dan penanganan perawatan dengan segera. Setelah memasuki Taiwan, wajib mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan pandemi, menaati peraturan yang ditetapkan sebagai pedoman pencegahan pandemi COVID-19 selama masa pencegahan mandiri. Bila kondisi tubuh tidak nyaman, harap segera memeriksakan diri ke dokter, dan secara proaktif memberitahu dokter mengenai riwayat perjalanan terakhir demi mempermudah dokter melakukan diagnosis.