Lompat ke blok konten utama

Protokol kesehatan pencegahan pandemi bagi penumpang asal Tiongkok yang transit di Hongkong dan memasuki Taiwan mulai tanggal 6 Januari (C/1-1)

Pusat komando pencegahan pandemi nasional hari ini (3) mengumumkan bahwa kondisi pandemi di Tiongkok makin parah, para penumpang asal Tiongkok yang masuk ke Taiwan dengan penerbangan langsung wajib mematuhi peraturan untuk melakukan tes PCR air liur setibanya di bandara Taiwan, selebihnya, para penumpang asal Tiongkok yang masuk ke Taiwan dengan penerbangan transit di Hongkong maupun Makau wajib melampirkan hasil tes PCR yang berlaku 48 jam sebelum keberangkatan atau hasil tes swab antigen yang berlaku 24 jam.


Pusat komando menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Hongkong dan Makau menerapkan ketentuan terkait penumpang yang datang dari Tiongkok. Pemerintah Hongkong menetapkan bahwa penumpang yang datang dari Tiongkok harus melampirkan hasil tes PCR yang dilakukan dalam 48 jam sebelum keberangkatan atau hasil tes swab antigen yang dilakukan dalam waktu 24 jam sebelum keberangkatan, bagi penumpang transit yang berangkat dari Tiongkok wajib mematuhi ketentuan pencegahan pandemi yang diterapkan oleh negara tujuan akhir. Pemerintah Makau menetapkan bahwa penumpang yang akan memasuki Makau dan berangkat dari Tiongkok wajib melampirkan hasil tes PCR yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan. 


Pusat komando menjabarkan bahwa kondisi pandemi lokal di Tiongkok makin parah, terdapat peningkatkan kasus di berbagai lokasi, jumlah lansia yang terinfeksi dan kasus parah juga melonjak; evaluasi dari para ahli setempat juga menunjukkan bahwa wilayah pedesaan dan kota-kota kecil akan terdampak pandemi selama periode tahun baru hingga Festival Musim Semi (tahun baru Imlek), hal tersebut merupakan akibat dari sumber layanan kesehatan yang tidak memadai, populasi lansia dan kelompok rentan berjumlah banyak, mobilitas penduduk antara perkotaan dan pedesaan akan memberikan dampak yang sangat serius, mobilitas penduduk akan mengakibatkan kondisi pandemi menjadi parah pada masa-masa sebelum dan sesudah tahun baru Imlek, kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 3 bulan. 


Pusat komando menerangkan bahwa saat ini strain virus utama di Tiongkok adalah subvarian Omicron BA.5.2 dan BF.7, mobilitas penduduk dikhawatirkan akan meningkatkan kesempatan virus bermutasi, pusat komando akan selalu meningkatkan pengawasan terhadap kasus-kasus mutasi virus di luar negeri, demi mengevaluasi risiko yang mungkin timbul akibat mutasi tersebut dan dampaknya terhadap kondisi pandemi Taiwan. 


Pusat komando menegaskan sekali lagi, seiring membludaknya penumpang yang akan kembali ke kampung halaman sebelum tahun baru Imlek, para penumpang yang akan kembali ke Taiwan wajib memahami dan mematuhi peraturan dalam melakukan tes antigen dan memantau kesehatan pribadi selama 7 hari setibanya di Taiwan, demi menjaga keamanan masyarakat dalam negeri.