尚未定義

Hari Raya Idul Fitri Penulis: Anny Ting – Imigran Baru Indonesia

Beberapa tahun terakhir ini, kota Taipei telah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan perayaan Idul Fitri yang luar biasa, membuat saya memiliki kenangan yang indah mengenai perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kini, perkenankan saya memperkenalkan bagaimana orang-orang Indonesia merayakan Idul Fitri!
 
   
Sebelum Hari Raya Idul Fitri, kami terlebih dahulu memasuki bulan puasa (berlangsung sekitar 29 – 30 hari), pada bulan puasa, pukul tiga dini hari kami akan sarapan, pukul empat pagi mulai Imsak, hingga sekitar pukul enam sore baru diperbolehkan berbuka puasa. Kami tidak diperkenankan makan dan minum, harus menahan hawa nafsu, menahan amarah, serta memperbanyak pembacaan Al-Quran. Saat buka puasa di petang hari, kami akan makan kurma atau kolak (dimasak dengan menggunakan pisang, ketela, gula merah, dan santan) terlebih dahulu untuk meningkatkan asupan kalori, kemudian shalat, barulah menikmati makan malam. Setelah itu, kami akan pergi ke masjid untuk sholat bersama, kemudian masjid akan melakukan tabuh bedug, setiap orang akan membaca Al-Quran secara bergantian. Menjelang hari terakhir di bulan puasa, yaitu sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, kami menyebutnya sebagai Takbiran, semua orang akan mengumandangkan takbir dengan suara nyaring di masjid atau di sekeliling desa, sebagai petanda bahwa Idul Fitri segera tiba. 
 
    
Pada Hari Raya Idul Fitri, orang-orang akan pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarganya. Setelah melakukan shalat Idul Fitri, mereka akan pulang ke rumah dan mengucapkan ‘Minal Aidhin Walfaizdhin, Mohon Maaf Lahir dan Batin’ kepada orang-orang tua, keluarga, tetangga dan teman-teman, makna dari kata-kata tersebut adalah: ‘dari lubuk hati yang terdalam, saya mohon maaf’, artinya memohon maaf atas kesalahan yang telah diperbuat selama setahun yang lalu, memulai hal yang baru di tahun yang baru! Kemudian, kami akan menyiapkan ketupat, yang dinikmati bersama dengan opor ayam, sangat lezat rasanya! Selain menikmati kuliner, kami juga akan memakai baju baru, menyapu rumah, berziarah ke makam, dan lainnya, kami juga akan mengunjungi rumah teman dan tetangga untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama, semua orang akan menyediakan begitu banyak makanan agar bisa berbagai dengan sanak saudara dan rekan-rekan yang datang ke rumah. 
 
    
Setelah menikah dan tinggal di Taiwan, saya akan merayakan Hari Raya Idul Fitri di Masjid Agung Taipei bersama keluarga atau teman-teman Taiwan lainnya, di sana akan ada berbagai pertunjukan seni dari Asia Tenggara, serta juga dapat menikmati kuliner yang disediakan oleh pihak masjid, rasanya sungguh luar biasa!

Hari Raya Idul Fitri

Penulis: Anny Ting – Imigran Baru Indonesia