Lompat ke blok konten utama

Program vaksinasi publik COVID-19 bagi para warga asing yang telah tinggal / menetap melebihi batas waktu (overstayer) (C/1-4)

1. Sasaran pelaksanaan: warga asing yang telah tinggal / menetap melebihi batas waktu (termasuk mereka yang ditahan di rumah detensi dan yang menyerahkan diri secara mandiri, yang memperoleh penindakan alternatif sebagai pengganti penahanan di rumah detensi, serta mereka yang menyerahkan diri namun masih belum diproses).

2. Tata cara pelaksanaan:
(1) Tidak dipungut biaya (vaksinasi publik)
(2) Tidak dilaporkan (pihak rumah sakit / instansi medis penyedia layanan vaksinasi tidak akan melapor ke aparat penegak hukum seperti aparat kepolisian maupun keimigrasian)
(3) Tidak dimanfaatkan sebagai landasan pengusutan dan penindakan (data vaksinasi tidak akan digunakan oleh pihak keimigrasian sebagai dasar pengusutan dan penindakan)
(4) Tidak dicekal (misalnya, bagi yang menyerahkan diri secara mandiri, dan telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama, maka akan dibebaskan dari masa cekal ‘tidak diizinkan’ memasuki negara bila mereka meninggalkan Taiwan dalam kurun waktu 6 bulan setelah penerbangan internasional dari kedua negara ‘kembali beroperasi’ secara normal).
 
3. Jadwal pelaksanaan: mulai 3 Desember 2021 hingga 31 Januari 2022 (berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pencegahan pandemi CECC)
 
4. Lokasi pelaksanaan:
(1) Bila penerima vaksinasi adalah orang-orang yang ditahan di rumah detensi, maka lokasi pemberian vaksinasi adalah di rumah detensi imigrasi (NIA) skala besar.
(2) Bila penerima vaksinasi adalah mereka yang menyerahkan diri secara mandiri, yang memperoleh penindakan alternatif sebagai pengganti penahanan di rumah detensi, serta mereka yang menyerahkan diri namun masih belum diproses, maka lokasi vaksinasi adalah poli khusus di rumah sakit / instansi medis di kota / kabupaten, kotamadya yang ditentukan langsung oleh Pusat Pencegahan & Pengendalian Penyakit (CDC), atau lokasi vaksinasi lainnya yang ditunjuk (misalnya tempat ibadah, lokasi yang disediakan oleh organisasi non-pemerintah).
 
5. Materi penyuluhan:
(1) Bila Anda adalah pekerja imigran berstatus hilang kontak atau merupakan warga yang telah melebihi batas masa tinggal, masa menetap, kami mendorong Anda untuk ‘membuat pendaftaran dan perjanjian vaksinasi COVID-19’ dengan menghubungi organisasi non-pemerintah / lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan segera, seperti: Keuskupan Agung Taipei, Asosiasi Muslim Tionghoa, Asosiasi Pengembangan Berkelanjutan Sosial Taiwan, selanjutnya, menurut jadwal yang tertera pada surat pemberitahuan, dengan membawa paspor, surat izin menetap (kartu ARC) dan dokumen bukti identitas diri lainnya yang memadai, Anda dapat menerima vaksinasi di poli khusus di rumah sakit / instansi medis di kota / kabupaten, kotamadya yang ditunjuk, atau lokasi vaksinasi lainnya yang ditentukan.
(2) Anda tidak akan diselidiki meski melakukan pendaftaran untuk menerima vaksinasi, pihak rumah sakit / instansi medis tidak akan melapor ke aparat kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya untuk penyelidikan, selain itu tidak ada pungutan biaya apapun untuk mendapatkan vaksinasi.
(3) Bila terdapat pertanyaan mengenai pendaftaran dan perjanjian untuk menerima vaksinasi COVID-19, Anda dapat berkonsultasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan atau kantor layanan & tim khusus Badan Imigrasi Nasional (NIA) setempat.
 
6. Detail informasi dapat disimak di laman Pengembangan dan Pemberdayaan Imigran Baru Badan Imigrasi Nasional (NIA) Kementerian Dalam Negeri